Alamat
Jl. Amarta No.50 RT 01, RW 01, Pelem, Baturetno, Kec. Banguntapan, Kab. Bantul, DI Yogyakarta 55198
Jam Kerja
Senin - Jum'at: 08.00 - 16.00 WIB
Sabtu: 08.00 - 13.30 WIB
Alamat
Jl. Amarta No.50 RT 01, RW 01, Pelem, Baturetno, Kec. Banguntapan, Kab. Bantul, DI Yogyakarta 55198
Jam Kerja
Senin - Jum'at: 08.00 - 16.00 WIB
Sabtu: 08.00 - 13.30 WIB

Darah yang didonorkan tidak dapat langsung diberikan kepada pasien. Sebelum digunakan untuk transfusi, darah harus melalui serangkaian proses di bank darah guna memastikan kualitas, keamanan, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan medis. Setiap tahapan dilakukan sesuai standar untuk meminimalkan risiko serta menjamin keselamatan pasien.
Proses dimulai dari seleksi donor, yaitu pemeriksaan kondisi kesehatan calon pendonor melalui wawancara, pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin, suhu tubuh, dan parameter kesehatan lainnya. Tahap ini bertujuan memastikan donor memenuhi syarat dan darah yang didonorkan aman untuk digunakan.
Setelah darah berhasil dikumpulkan, sampel darah akan menjalani pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan ini meliputi penentuan golongan darah ABO dan Rhesus, serta skrining penyakit infeksi yang dapat ditularkan melalui transfusi, seperti hepatitis B, hepatitis C, HIV, dan sifilis. Hanya darah yang memenuhi seluruh persyaratan yang dapat diproses lebih lanjut.
Tahap berikutnya adalah pemisahan komponen darah menggunakan sentrifugasi. Satu kantong darah utuh dapat dipisahkan menjadi beberapa komponen, seperti sel darah merah (Packed Red Cells/PRC), plasma, trombosit, dan cryoprecipitate. Dengan metode ini, satu donor dapat membantu lebih dari satu pasien sesuai kebutuhan terapinya.
Setiap komponen darah kemudian disimpan pada suhu yang berbeda sesuai karakteristiknya. Sel darah merah umumnya disimpan pada suhu 2–6°C, plasma dibekukan pada suhu rendah, sedangkan trombosit disimpan pada suhu 20–24°C dengan agitasi terus-menerus. Pengaturan suhu yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas dan masa simpan komponen darah.
Sebelum didistribusikan ke rumah sakit, bank darah melakukan pengendalian mutu (quality control) dan memastikan seluruh data pelabelan serta identitas darah telah sesuai. Ketika ada permintaan transfusi, dilakukan pula uji kecocokan (crossmatching) antara darah donor dan darah pasien untuk memastikan transfusi dapat dilakukan dengan aman.
Melalui alur pengolahan yang sistematis, setiap kantong darah yang diterima pasien telah melewati berbagai tahapan pemeriksaan dan pengawasan. Hal ini menunjukkan bahwa bank darah memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan, terutama pada kondisi darurat, tindakan operasi, maupun terapi penyakit tertentu.
Dengan memahami proses pengolahan darah di bank darah, masyarakat dapat semakin percaya terhadap keamanan transfusi darah sekaligus terdorong untuk berpartisipasi menjadi pendonor darah secara rutin demi membantu menyelamatkan lebih banyak nyawa.
————————————————————————————————————–––––––––––––––––––––
📲 Ikuti YOFALAB di Media Sosial
Dapatkan informasi terbaru seputar produk alat kesehatan, edukasi laboratorium, promo, dan update kegiatan YOFALAB melalui kanal resmi kami:
📸 Instagram: @yofalab
📘 Facebook: Yofalab | Yofalab Product Alkes
🌐 Website: www.yofalab.com